Terjebak Imajinasi
'TERJEBAK IMAJINASI' Aku tidak menyukai mereka; orang-orang kurang kerjaan yang hobinya menggosipkan orang lain dibelakang. Mereka yang mendedikasikan masa muda mereka dengan cinta monyet, bicara dengan terkikik, serta mereka yang tersipu-sipu di depan senior yang menurutku sama sekali tidak keren. Dan tentu saja mereka tidak menyukaiku, aku juga tidak peduli. Toh mereka tak ada pengaruhnya dalam hidupku. Aku memiliki duniaku sendiri. Dunia imajinasi buatanku yang penuh dengan segala hal yang kusuka. Dunia dimana semua orang menyayangiku dan penuh dengan orang-orang baik. Bicara soal dunia imajinasi, aku punya banyak dunia imajinasi yang bervariasi. Dunia-dunia itu berjajaran dan tersusun rapi di labirin besar, di otak cemerlangku. Tapi entah mengapa mereka selalu menyebut otak cemerlangku sebagai otak bebal. Mengabaikan semua gagasanku mentah-mentah. Dan kupikir aku tidak pernah ambil pusing tentang itu semua. Biarlah mereka bahagia dengan argumenn...